Senin, 29 Agustus 2016

seminar motivasi perusahaan

Di seminar motivasi perusahaan, sebagian peserta kadang curhat ke saya. 

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-perusahaan

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-aa-gym-sandiaga-uno

Diam-diam ternyata, di antara kita ada yang kehilangan cinta alias kehilangan gairah dalam hidupnya. Dengan nada putus asa, ia pun memaki-maki dirinya:
-       Rezekiku seret.
-       Hidupku tidak nikmat.
-       Aku tidak dicintai.
-       Jodohku entah di mana.
-       Relasi pun tidak seberapa.
-       Masa depan terasa suram.
-       Keberhasilan tidak kunjung datang.
-       Hasil tidak jelas.
-       Nasib begitu-begitu saja.


Ini self-talk yang negatif. Bukan saja buruk, tapi mengundang keadaan yang lebih buruk lagi. Saran saya, hindari.  

Seminar Motivasi Kerja

Di seminar motivasi kerja, kadang saya mengingatkan mereka tentang peran harta dan jabatan.

Memang, harta dan anak adalah ujian. Pernyataan ini adalah peringatan. Bukan berarti kita harus menolak harta. Bukan berarti kita harus menolak anak. Bukan! 

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses

Intinya, tidak ada yang salah dengan harta. Yang penting, kita mampu bertanggung-jawab ‘dari mana’ dan ‘ke mana’ harta tersebut. Bahkan kitab suci terang-terangan memerintahkan kita untuk berjuang dengan harta dan jiwa (QS 61: 11). Tidak cukup salah satunya. 

Apa pendapat Anda?

Seminar Motivasi

Di sebuah seminar motivasi, saya bertanya kepada peserta.

Sering jalan-jalan?
Dari Jakarta ke Bandung?
Nggak mau macet?

Sekarang sudah tersedia jasa helikopter dengan tarif Rp 16,5 juta. Hehehe.

Mahal?

Itu sih tergantung.
Ketersediaan uang Anda.
Ketersediaan waktu Anda.
Kepadatan jadwal Anda.

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses
seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses

Saya pribadi tidak menggunakan jasa itu kalau ke Bandung, namun saya berusaha memahami logika mereka yang menggunakan jasa tersebut.

Nah, beda dengan orang-orang yang bermental miskin. Begitu membaca kabar ini, mereka langsung tersinggung. Mereka merasa dipermalukan. Harusnya, dijadikan motivasi dan inspirasi. Buat apa tersinggung? Buat apa malu?

Ayo buka wawasan kita. Selama ini di Jakarta, sudah banyak jasa helikopter seperti itu. Sebagian pengusaha, mau meeting saja, karena kejar-kejaran dengan waktu, terpaksa memakai jasa helikopter. Memang perlu dan harus bagi mereka. Yah, demi menghemat waktu (terkait jadwal yang padat) dan meneken transaksi yang nilainya jauh lebih besar.

Sebenarnya di sini, saya tidak bicara soal jasa helikopter. Terus, soal apa?

Soal mental kaya dan mental miskin.

Kita, walaupun belum kaya, hendaknya memiliki mental kaya. Tidak kaget, tidak skeptis, dan tidak sinis kalau mendengar kabar-kabar seperti ini. Biasa saja.

Mobil seharga Rp 1 M.
Rumah seharga Rp 12 M
Kamar hotel Rp 2 juta semalam.
Sewa mobil Rp 5 juta sehari.

Nggak perlu kaget. Biasa saja.

Teman saya, flight dari Texas ke Jakarta, menggunakan fasilitas business class. Dibanding kelas ekonomi, harga tiket business class 4 kali lipat. Saya tanya, kok mau? Dia bilang, kalau di business class, bisa tidur dan berbaring dengan sempurna. Nyaman. Jadi, begitu landing, langsung fresh. Ini perlu dan harus bagi dia, karena sederet meeting penting dan transaksi besar telah menanti.

Saya juga melihat pengusaha berinisial J (salah satu orang terkaya di negeri ini) terbang dari Jakarta ke Labuanbajo dengan pesawat pribadi. Bagi dia, mungkin saja proses mengantri, check in, dan menunggu bagasi, lumayan menyita waktu. Sementara, sederet meeting penting dan transaksi besar telah menanti. Dengan pesawat pribadi, dia pun bisa balik ke Jakarta suka-suka. Nggak nunggu-nunggu jadwal penerbangan umum.

Sikap kita? Tidak kaget, tidak skeptis, dan tidak sinis. Biasa saja. Ingatlah, ini bagian dari mental kaya. Apa sikap Anda?

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Seminar Motivasi

Di sebuah seminar motivasi, saya bercerita tentang pengalaman saya bertemu dengan tokoh-tokoh dunia. Salah satunya, Donald Trump.

Karena saya pernah bertemu dan dinner bareng Donald Trump (capres Amerika), maka banyak orang yang bertanya-tanya tentang sikap saya. Apalagi foto dan videonya beredar di mana-mana.

Jujur saja, dulu saya sempat antusias ketika bertemu dengannya. Belajar. Namun ketika ia mengeluarkan pernyataan yang SARA dan memojokkan kelompok tertentu, saya pun turut mengecam.

seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-diri
seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-diri

Belajar, yah belajar. Namun, kritis dan tegas itu harus. Mana mungkin saya diam saja? Dan saya lihat sendiri, orang-orang yang satu agama, satu ras, bahkan satu partai dengan Donald Trump pun turut menyesalkan kejadian SARA ini.

Sebagian dari mereka menyebut kejadian ini sebagai aib bagi Amerika. Semoga kita semua bisa mengambil pelajaran dari peristiwa SARA ini.

Kamis, 18 Agustus 2016

Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Untuk Karyawan, Seminar Motivasi Perusahaan

"Setiap profesional pastinya menyimpan motivasi tersendiri dalam bekerja," itu seruan saya sebagai motivator Indonesia, tepatnya sebagai pembicara seminar. Apakah motivasinya untuk mencari nafkah, untuk aktualisasi diri, untuk mengasah skill, untuk menjalankan peran, dan lain-lain. Akan tetapi, benarkah semua motivasi itu benar-benar menjadi penyemangat karyawan dalam bekerja sepanjang waktu?
seminar-motivasi-karyawan-Seminar-Motivasi-Untuk-Karyawan-Seminar-Motivasi-Perusahaan

Belum tentu. Kalau iya pun, kadang masih tersandung sederet kendala. Kok bisa? Misal saja, di tengah kesibukan dan rutinitas yang tidak ada putus-putusnya, acap kali mereka merasa jenuh dan bosan. Selain itu, mereka kehilangan makna (meaning) dalam menunaikan tugasnya. Belum lagi kalau sampai mereka kehilangan figur atau teladan (role model) di lingkungan kerja.
seminar-motivasi-karyawan-Seminar-Motivasi-Untuk-Karyawan-Seminar-Motivasi-Perusahaan

Maka, mereka pun lupa dengan rencana awal dan komitmen awal. Malah, sebagian mereka menjadi sinis, skeptis, dan pesimis dalam menghadapi tantangan demi tantangan. Ini bahaya. Menyikapi hal ini, akan lebih baik perusahaan mengikutsertakan karyawan-karyawannya dalam seminar motivasi, training motivasi, atau pelatihan motivasi. Tentunya bersama motivator terbaik, bukan sekadar motivator terkenal.
Seminar motivasi bukanlah solusi 100 persen. Jujur, itu harus kita akui. Namun seminar motivasi akan memberikan pencerahan, penyemangat, serta panduan bagi peserta agar berusaha menjadi yang terbaik bagi perusahaan, keluarga, dan dirinya sendiri. Melalui seminar motivasi, peserta akan dingatkan kembali akan potensi dirinya serta komitmen awalnya terhadap orang-orang yang mereka cintai. SMS 0812-704-9090.





Seminar Motivasi Karyawan, Seminar Motivasi Untuk Karyawan, Seminar Motivasi Perusahaan